ALIANSIBERITA.ID, SURABAYA – Pemain belakang Persebaya Surabaya, Risto Mitrevski melontarkan peringatan penting kepada rekan-rekannya menjelang laga pekan ketiga Super League 2026/2027 menghadapi Garudayaksa FC. Dia meminta skuat Green Force tidak memandang sebelah mata kekuatan tim tamu.
Sesuai jadwal, duel Persebaya kontra Garudayaksa bakal digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (19/9/2026). Persebaya yang baru saja meraih poin penuh usai menundukkan PSIM Yogyakarta bertekad melanjutkan tren positif di depan ribuan Bonek dan Bonita.
Meski Garudayaksa datang dengan status tim promosi dan baru saja menelan kekalahan 0-2 dari Persik Kediri, Risto menilai hal itu bukan jaminan laga bakal berjalan mudah. Menurutnya, lawan justru berpotensi tampil lebih spartan untuk bangkit dari keterpurukan.
Waspadai Motivasi Ekstra Tim Tamu
Pemain asal Makedonia Utara berusia 34 tahun itu paham betul atmosfer di Stadion GBT. Setiap klub yang bertamu ke markas Persebaya selalu memiliki lecutan semangat lebih untuk memberikan kejutan.
“Tidak ada pertandingan yang mudah di liga ini. Kami harus melihat pertandingan dari laga ke laga karena setiap lawan memiliki pemain dan skuat yang bagus. Mereka juga punya motivasi lebih ketika datang ke sini untuk menghadapi Persebaya,” tegas Risto sebagaimana dinukil dari laman resmi Persebaya.
Modal kemenangan 1-0 atas PSIM di laga sebelumnya juga dianggap belum cukup jika tidak diimbangi dengan kewaspadaan penuh. Risto menegaskan, kehilangan konsentrasi sedikit saja bisa berdampak fatal bagi Persebaya.
“Kami tidak boleh menganggap remeh siapa pun. Kalau tidak serius, kami bisa mendapatkan masalah. Setiap pertandingan harus kami jalani dengan fokus yang sama,” lanjutnya.
Siap Ditempatkan di Posisi Mana Pun
Di luar imbauannya terkait kewaspadaan tim, Risto sendiri menunjukkan komitmen tinggi untuk skema permainan racikan pelatih Bernardo Tavares.
Dalam dua laga awal musim ini, dia yang sejatinya berposisi asli bek tengah, dipercaya mengawal lini tengah sebagai gelandang bertahan.
Adaptasi cepat yang ditunjukkan Risto membuktikan fleksibilitasnya di lapangan. Dia mengaku sama sekali tak keberatan jika harus kembali mengalah demi kebutuhan taktik tim.
“Bagi saya, tugas utama adalah memberikan segala kemampuan di setiap pertandingan. Kalau pelatih meminta saya bermain sebagai penyerang, wing-back, atau posisi lainnya, saya akan menjalankannya,” ucap dia.
Risto menegaskan bahwa dirinya menyerahkan penuh keputusan komposisi pemain kepada sang juru taktik. “Pada akhirnya, keputusan ada di tangan pelatih. Saya siap memberikan yang terbaik di posisi mana pun yang dibutuhkan tim,” pangkas dia.



