Kunci Adaptasi Miguel Pereira Bersama Green Force Jelang Lawan Garudayaksa FC

ALIANSIBERITA.ID, SURABAYA – Adaptasi kerap memerlukan waktu, tak terkecuali bagi penyerang sayap asal Portugal, Miguel Pereira.

Menjelang laga pekan ketiga Super League 2026/2027 kontra Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9/2026), pemain 27 tahun ini membeberkan kunci proses menyatunya dengan skuat Green Force.

Bagi Miguel, chemistry antarpemain dan pemahaman taktik tidak bisa dibangun secara instan. Dia memilih untuk menikmati setiap tahap sembari terus memberikan yang terbaik di lapangan.

Konsistensi dan Kepercayaan Pelatih

Sejak awal musim, pelatih Bernardo Tavares sudah menaruh kepercayaan penuh kepadanya. Miguel selalu dipasang sebagai starter dan bermain penuh selama 90 menit dalam dua laga awal.

Dia tampil tanpa gantian saat Persebaya memetik hasil imbang 1-1 di kandang Bhayangkara Presisi Lampung FC, serta saat mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas PSIM Yogyakarta di Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9/2026).

“Kalau ditanya soal performa, saya melihatnya seperti tim. Kami terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan. Kami sudah memenangi Piala Presiden dan bermain cukup baik. Namun, Super League tentu berbeda,” ungkap Miguel sebagaimana dilansir persebaya.id.

Awal perjalanan Persebaya musim ini memang penuh tantangan. Mereka harus melakoni partai tandang berat terlebih dulu sebelum merayakan kemenangan pertama di hadapan Bonek dan Bonita.

“Kami baru menjalani dua pertandingan. Kami bermain tandang di lapangan yang sulit, lalu menang di kandang. Sedikit demi sedikit, kepercayaan diri dan chemistry tim mulai terbentuk. Saya berharap kami bisa terus berkembang, begitu juga dengan saya secara pribadi,” kata dia.

Evaluasi Finishing demi Hasil Maksimal

Meski belum menyumbang gol atau assist, peran Miguel di sektor sayap tetap amat dibutuhkan untuk memecah konsentrasi pertahanan lawan. Kendati demikian, dia ogah terbebani oleh catatan statistik individu. Prioritas utamanya adalah kemenangan Persebaya.

“Kepercayaan dari pelatih tentu bagus untuk saya. Tapi yang paling saya inginkan adalah kemenangan. Hasil positif ini juga penting untuk menambah kepercayaan diri tim,” jelasnya.

Walau Persebaya belum tersentuh kekalahan dari dua laga, Miguel menilai masih ada ruang evaluasi yang perlu dibenahi. Salah satu poin utamanya terletak pada efektivitas penyelesaian akhir. Saat menghadapi PSIM, Bajol Ijo sanggup mengkreasi sederet peluang emas yang mestinya bisa dikonversi menjadi lebih banyak gol.

“Tetap ada hal yang harus kami perbaiki. Salah satunya adalah penyelesaian akhir. Pada pertandingan sebelumnya, kami punya banyak peluang, termasuk saya. Seharusnya kami bisa mencetak tiga atau empat gol,” tutur Miguel.

Dia meyakini, makin tajam penyelesaian akhir lini depan, makin tinggi pula tingkat kepercayaan diri yang dimiliki seluruh skuat.

“Kalau penyelesaian akhir bisa kami tingkatkan, saya yakin kepercayaan diri tim juga akan semakin bagus,” tambahnya.

Fokus Hadapi Garudayaksa FC

Kini, perhatian seluruh pemain dan staf pelatih terfokus sepenuhnya pada laga menjamu Garudayaksa FC, Sabtu (19/9/2026). Sisa waktu latihan dimanfaatkan secara optimal untuk memperbaiki detail-detail permainan agar koordinasi antarlini semakin padu.

“Kami harus terus memperbaiki hal-hal kecil seperti ini agar bisa tampil lebih baik dan meraih kemenangan berikutnya,” pungkas Miguel.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

Latest Articles