JAKARTA, ALIANSIBERITA.ID – Pembangunan nasional yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari deretan infrastruktur fisik, tetapi juga dari kemandirian dan kapasitas manusianya.
Memegang teguh prinsip tersebut, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menginisiasi program dukungan bagi pelajar disabilitas tunanetra guna memastikan akses pendidikan yang setara di tanah air.
Bertempat di SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta pada 24 April lalu, IIF menggelar rangkaian kegiatan edukatif yang menyasar penguatan mental dan fasilitas belajar siswa. Dalam aksi ini, IIF menggandeng Yayasan Helping Hands sebagai mitra kolaborasi untuk menjembatani interaksi antara dunia profesional dan para pelajar disabilitas.
Sinergi Karyawan Melalui IIF Act
Gerakan ini digerakkan oleh IIF Act, sebuah platform internal yang melibatkan karyawan IIF secara aktif dalam program tanggung jawab sosial.
Alih-alih hanya memberikan bantuan pasif, para karyawan terjun langsung untuk memberikan motivasi, berbagi pengalaman dunia kerja, hingga membangun kerja sama tim bersama para siswa melalui aktivitas interaktif.
Tujuannya jelas, memutus sekat komunikasi dan memberikan gambaran nyata bahwa dunia kerja masa kini semakin terbuka bagi talenta-talenta disabilitas yang kompeten.
Presiden Direktur & CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan menekankan pentingnya menumbuhkan rasa percaya diri pada generasi muda penyandang disabilitas tunanetra.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan, motivasi, serta membangun kepercayaan diri pelajar tunanetra agar lebih siap menghadapi masa depan. Kami berharap IIF dapat terus memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi dunia pendidikan serta pemberdayaan inklusif,” tegas Rizki dalam rilis resminya, Kamis (30/4/2026).
Dukungan Sarana Digital dan Beasiswa
Selain suntikan motivasi, IIF secara konkret menyerahkan bantuan berupa tiga unit laptop sebagai alat penunjang belajar mengajar berbasis digital.
Tak berhenti di situ, bantuan pendidikan senilai Rp25.000.000 juga disalurkan untuk mendukung kelancaran aktivitas akademik di SLB-A Pembina.
Chief Risk Officer IIF, Lestari Umardin, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. Dia berharap sinergi ini dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa depan.
“Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program serupa bersama berbagai pihak di masa mendatang. Melalui kolaborasi, kami ingin memastikan akses pendidikan yang setara dan bermakna dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” ujar Lestari.
Aksi yang dilakukan IIF ini menjadi pengingat penting bagi dunia usaha bahwa setiap langkah pembangunan harus bersifat inklusif. Dengan semangat “no one left behind”, IIF membuktikan bahwa investasi pada manusia adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa.



