27.8 C
Surabaya
25 June 2026
spot_img

Raih Gelar Profesor Kehormatan di China, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Dorong Kolaborasi Riset Ekonomi Berkelanjutan

JAKARTA, ALIANSIBERITA.ID – Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa resmi dianugerahi gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) di bidang Ekonomi oleh Universitas Nankai, China.

Penghargaan internasional ini menjadi momentum penting dalam memperkuat aliansi strategis di sektor pendidikan dan perumusan kebijakan ekonomi antara kedua negara.

Gelar prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Presiden atau Rektor Universitas Nankai, Prof. Chen Yulu. Pihak kampus menilai, kepemimpinan Purbaya dalam menstabilkan sektor keuangan publik serta mendorong pembangunan ekonomi di kawasan Asia Tenggara memiliki kontribusi besar yang diakui secara global.

Sinergi Sektor Akademis dan Pembuat Kebijakan

Merespons penghargaan tersebut, Menkeu Purbaya menyatakan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja kolektif.

Dia mendedikasikan gelar ini untuk seluruh rakyat serta jajaran pengelola keuangan negara yang selama ini berjuang menjaga fondasi ekonomi nasional agar tetap kukuh.

Bagi dia, membangun sinergi antara institusi akademis dan perumus kebijakan makro adalah kunci utama dalam menjawab tantangan global yang polanya semakin rumit.

Hubungan erat ini diharapkan tidak berhenti pada ranah seremonial semata, melainkan berdampak langsung pada penguatan kapasitas riset bersama.

“Kolaborasi antara dunia akademik dan pembuat kebijakan menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks,” ujar Purbaya dalam keterangan resminya, Selasa (23/6/2026).

Membuka Peluang Kemitraan di Tianjin

Sebagai langkah nyata dari pengukuhan ini, Universitas Nankai telah menjadwalkan agenda khusus di kampus mereka yang berada di Tianjin, China.

Menkeu Purbaya diundang secara resmi untuk menyampaikan kuliah kehormatan serta berdialog langsung dengan para akademisi dan peneliti senior di sana.

Purbaya berharap, momentum pengukuhan gelar profesor ini bisa membuka keran kemitraan yang jauh lebih luas.

Masa depan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menurut dia, hanya bisa dicapai lewat basis riset mendalam yang didukung oleh jaringan kerja sama lintas negara yang solid.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles