BODO, ALIANSIBERITA.ID – Inter Milan harus menerima kenyataan pahit saat bertandang ke markas Bodo/Glimt dalam laga yang berlangsung dingin di Norwegia, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Skuat asuhan Cristian Chivu takluk dengan skor 3-1 setelah tuan rumah tampil dominan di atas lapangan sintetis mereka.
Kekalahan ini kian menyesakkan bagi Nerazzurri karena dibarengi dengan kabar buruk mengenai kondisi sang kapten sekaligus mesin gol, Lautaro Martinez.
Terjebak Lapangan Sintetis
Bodo/Glimt sukses memanfaatkan keuntungan bermain di Stadion Aspmyra yang menggunakan rumput artifisial. Dua gol cepat di babak kedua menjadi pembeda yang membuat Inter kesulitan mengejar ketertinggalan.
Berbicara kepada pers usai laga, Cristian Chivu mengakui bahwa faktor lapangan memang menyulitkan, namun dia enggan menjadikannya sebagai pembelaan tunggal.
“Kami sudah mencoba, meskipun lapangan (sintetis) itu sangat sulit. Ini bukan alasan, dan saya tidak bisa terlalu keras kepada para pemain,” ujar Chivu seperti dikutip dari FCInter1908.
Menurut Chivu, Bodo/Glimt sangat terbiasa dengan kondisi tersebut. “Mereka lebih fasih di sini. Kami tahu mereka tim yang bisa melukai lewat serangan balik, dan kami dikejutkan oleh kecepatan transisi mereka,” lanjutnya.
Pernyataan Mengejutkan: “Lautaro Hilang”
Hal yang paling mencuri perhatian dari konferensi pers Chivu adalah status Lautaro Martinez. Mantan bek Inter itu mengeluarkan pernyataan yang cukup mengkhawatirkan bagi para suporter.
Saat ditanya mengenai kondisi penyerang Argentina tersebut, Chivu menyebut Lautaro “hilang” dari ketersediaan tim.
“Maksud saya, Lautaro mengalami cedera, dan ini cukup serius. Saya rasa dia terluka dan akan menepi untuk waktu yang cukup lama,” ungkap pelatih asal Rumania tersebut.
Kehilangan Lautaro menjadi tamparan keras bagi lini serang Inter, terutama menjelang jadwal krusial di depan mata. Chivu mengakui ada “beberapa masalah” dalam tim yang harus segera dievaluasi total.
Menanti Keajaiban di San Siro
Meski kini tertinggal defisit dua gol, Inter Milan masih memiliki satu kesempatan terakhir di leg kedua yang akan digelar di San Siro, pekan depan.
“Laga ini masih terbuka lebar. Masih ada leg kedua. Sekarang kami harus mencoba untuk bangkit dan melaju ke babak berikutnya di kandang sendiri,” tegas Chivu.
Inter wajib menang dengan selisih minimal tiga gol untuk membalikkan keadaan. Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana meracik strategi tajam tanpa kehadiran sang ujung tombak, Lautaro Martinez.



