LONDON, ALIANSIBERITA.ID – Kabar mengejutkan datang dari jagat tinju kelas berat. Tyson Fury resmi mengumumkan kembali naik ring (comeback) untuk menghadapi petinju tangguh asal Rusia, Arslanbek Makhmudov.
Duel panas ini dijadwalkan berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, London, pada 11 April mendatang.
Namun, kejutan sesungguhnya bukan pada lawan yang dihadapi, melainkan keputusan kontroversial Fury yang memilih berlatih sendirian tanpa pelatih (trainer). Sebuah langkah yang dianggap “bunuh diri” oleh banyak pengamat tinju dunia.
Metode ‘One-Man Army’ ala Clubber Lang
Fury, yang sebelumnya sukses besar di bawah asuhan SugarHill Steward, kini memilih jalur mandiri. Dia menegaskan tidak akan membawa pelatih ke dalam kamp pelatihannya di Thailand maupun saat naik ring nanti.
“Saya adalah pasukan satu orang (one-man army). Saya melatih diri saya sendiri layaknya Clubber Lang,” ujar Fury, merujuk pada karakter antagonis dalam film legendaris Rocky III, kepada Sky Sports.
Bagi pemilik rekor 34-2-1 (24KO) ini, teknis di atas ring sudah menjadi makanan sehari-hari.
“Selama ada seseorang yang memberi saya minum dan mengoleskan Vaseline di sela-sela ronde, saya akan baik-baik saja. Sisanya akan teratasi dengan sendirinya, 100 persen,” tegasnya dengan penuh percaya diri.
Menghadapi Risiko Besar: Arslanbek Makhmudov
Keputusan Fury ini mengundang tanya besar. Pasalnya, Arslanbek Makhmudov (21-2, 19KO) bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Petinju kelas berat ini dikenal memiliki pukulan beton dengan rasio kemenangan KO yang mencapai lebih dari 90 persen.
Sejarah tinju dunia mencatat, hampir tidak pernah ada petarung di level elite kelas berat yang berani bertanding dalam laga besar tanpa bimbingan pelatih di sudut ring.
Namun, bagi Fury, motivasi utamanya kembali adalah demi “kecintaannya pada olahraga ini” dan merasa bahwa dunia tinju kehilangan gairah tanpa kehadirannya.
Sinyal Pensiun Permanen: ‘Mungkin Ini Akhirnya’
Kendati sedang dalam semangat comeback, petinju 37 tahun ini juga melempar kode keras mengenai masa depannya. Di sela-sela latihan yang kini ditemani oleh putra-putranya, Fury mengisyaratkan bahwa laga melawan Makhmudov bisa jadi adalah pertunjukan terakhirnya.
“Saya hanya fokus pada siapa yang saya lawan saat ini. Saya harus mengalahkannya, lalu setelah itu siapa yang tahu? Itu mungkin akan menjadi akhir. Saya mungkin akan pensiun lagi,” ungkap petarung asal Manchester, Inggris ini.
Pernyataan ini seolah menutup pintu sementara bagi spekulasi duel ulang melawan Oleksandr Usyk atau pertemuan yang sangat dinanti publik dengan Anthony Joshua.
Dunia kini menunggu, apakah nekatnya Tyson Fury tanpa pelatih akan membuahkan kemenangan gemilang, atau justru menjadi penutup yang pahit bagi karier sang legenda?



