27.2 C
Surabaya
6 June 2026
spot_img

Koperasi Merah Putih Kutisari Siap Beroperasi, Sediakan Sembako Murah hingga Klinik Kesehatan

SURABAYA, ALIANSIBERITA.ID – Akselerasi ekonomi kerakyatan di Kota Surabaya mendapat angin segar. Koperasi Desa Komando Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, kini siap beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Kepastian ini didapat usai Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, meninjau langsung infrastruktur koperasi tersebut pada Rabu (18/2/2026).

Didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, peninjauan ini menandai kesiapan serah terima bangunan yang digarap oleh Kodam V/Brawijaya tersebut.

Fasilitas Lengkap: Dari Logistik hingga Apotek

Berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi, KDKMP Kutisari tidak hanya sekadar toko kelontong. Koperasi ini dirancang sebagai pusat logistik dan layanan kesehatan mini bagi warga sekitar.

Fasilitas pendukung yang telah disiapkan antara lain:

  • Armada Logistik: Truk, kendaraan pick-up roda empat, dan motor roda tiga (Kaisar) untuk mobilisasi barang.
  • Layanan Kesehatan: Area khusus apotek dan klinik kesehatan.
  • Distribusi Pangan: Gudang penyimpanan sembako berkualitas dengan harga terjangkau.

“Ini adalah bagian dari program strategis nasional. Fasilitas di KDKMP ini sangat lengkap, ada armada roda empat hingga roda tiga. Ini milik rakyat, tujuannya jelas: menggerakkan ekonomi di tingkat bawah,” tegas Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di lokasi.

Target 30 Ribu Titik di Agustus 2026

Tandyo menjelaskan bahwa KDKMP Kutisari merupakan satu dari 1.135 titik di Indonesia yang pembangunannya telah mencapai 100 persen. Pemerintah menargetkan lompatan besar dalam beberapa bulan ke depan.

“Tahun 2026 ini kita lakukan percepatan. Targetnya, pada Agustus 2026 nanti, kurang lebih 30.000 KDKMP sudah terbangun dan tersebar di seluruh penjuru tanah air,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengungkapkan bahwa Jawa Timur menjadi salah satu motor penggerak program ini. Saat ini, sudah ada 380 KDKMP yang beroperasi di Jatim, dengan ribuan titik lainnya dalam proses pembangunan.

“KDKMP di Surabaya ini adalah modul standar. Jadi, di mana pun lokasinya, bentuk dan fasilitasnya akan serupa dengan lahan minimal 1.000 meter persegi. Kami pastikan program prioritas ini dikawal ketat agar manfaatnya langsung terasa bagi dompet masyarakat,” jelas Emil.

Ke depan, para pengelola KDKMP Kutisari akan mendapatkan pelatihan khusus. Tujuannya agar mereka tidak hanya cakap menjalankan bisnis dan meraih profit, tetapi juga mampu menjadikan koperasi sebagai katalisator kebangkitan ekonomi warga.

Penulis : Lastomo

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles