29 C
Surabaya
18 April 2026
spot_img

Bukan Sekadar Pengganti, Joe Hahn Ungkap ‘Chemistry’ Alami Emily Armstrong di Tubuh Linkin Park

ALIANSIBERITA.ID – Kehadiran Emily Armstrong dan Colin Brittain dalam formasi baru Linkin Park sempat memicu perdebatan hangat di kalangan fans. Namun, bagi para personel lawas, proses penyatuan ini terjadi jauh lebih organik daripada yang terlihat di permukaan.

Dalam wawancara terbaru bersama Lollapalooza India, DJ Joe Hahn dan Mike Shinoda buka suara mengenai dinamika kreatif di balik album From Zero yang rilis November 2024 lalu.

Menurut Joe, kekuatan utama Linkin Park bukan hanya soal teknis musik, melainkan kedekatan personal yang dibangun di studio pribadi Mike.

Berawal dari Nongkrong, Bukan Audisi Kaku

Joe Hahn menekankan bahwa sebelum instrumen berbunyi, para personel biasanya menghabiskan waktu untuk sekadar mengobrol tentang kehidupan. Hal inilah yang membuat Emily dan Colin cepat berbaur.

“Emily dan Colin masuk ke lingkungan yang sudah kami bangun sejak lama. Sangat natural bagi mereka untuk menjadi bagian dari itu. Ini semua tentang persahabatan dan keterampilan yang kami bawa masing-masing,” ujar Joe seperti mengutip Blabber Mouth, Selasa (17/2/2026).

Mike Shinoda menambahkan bahwa chemistry tersebut tumbuh dalam hitungan minggu. Awalnya, mereka bahkan tidak berencana untuk menghidupkan kembali band atau menggelar tur dunia.

Pertanyaan mereka saat itu sederhana: “Apakah ini menyenangkan? Apakah ada energi untuk lanjut?”

Emily: Dari Fans Menjadi Suara Baru

Fakta menarik terungkap bahwa Emily Armstrong memiliki ikatan emosional dengan album legendaris Hybrid Theory. Mike menceritakan bahwa lagu pertama yang dipelajari Emily untuk teknik screaming adalah “One Step Closer“.

Sementara itu, Colin Brittain, yang sebelumnya dikenal sebagai produser G Flip dan One Ok Rock, seringkali beralih peran dari “mode produser” menjadi “mode fans” saat berada di studio.

“Colin sering berkata, ‘Hal yang aku suka dari Linkin Park adalah bagian ini.’ Itu adalah aset luar biasa bagi kami,” kata Mike.

Menemukan ‘Suara Langka’ setelah Era Chester

Kehilangan Chester Bennington pada 2017 menyisakan lubang besar. Namun, Mike Shinoda merasa beruntung bisa menemukan bakat sekaliber Emily.

“Bagi kami, menemukan suara sekali dalam satu generasi seperti Chester, lalu menemukan suara unik lainnya seperti Emily, itu hampir tidak masuk akal,” akunya.

Dia juga memuji Colin yang secara mengejutkan mengisi posisi drum setelah Rob Bourdon memutuskan untuk tidak melanjutkan kariernya bersama band.

Fokus pada Karya, Bukan Angka

Meskipun album From Zero sukses besar dan membawa Linkin Park menjadi satu-satunya band rock yang melampaui dua miliar stream pada 2024, Mike menegaskan bahwa mereka tidak pernah fokus membuat lagu hits.

“Kami ingin mencintai apa yang kami kerjakan. Ini bukan tentang menghapus masa lalu, tapi tentang memulai babak baru di masa depan,” pungkas Mike merujuk pada tur dunia mereka yang kini tengah berlangsung.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles