SURABAYA, ALIANSIBERITA.ID – Kesan kaku dan antrean panjang yang membosankan saat mengurus administrasi kendaraan perlahan sirna.
Suasana tertib dan alur pelayanan yang progresif tampak nyata di Kantor Bersama Samsat Manyar Kertoarjo No.1, Surabaya, pada Rabu, 22 April 2026.
Terletak di kawasan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, kantor layanan publik ini menjadi magnet bagi warga Kota Pahlawan yang ingin menuntaskan kewajiban pajak kendaraan mereka dengan perasaan tenang.
Sejak pagi, gelombang pemohon yang datang disambut dengan sistem yang lebih terorganisir.
Alur Cepat Tanpa Ribet
Bukan sekadar rutinitas, pelayanan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan krusial, mulai dari pengesahan STNK tahunan, pembayaran pajak kendaraan bermotor, hingga proses balik nama (BBN).
Menariknya, petugas di lapangan terlihat sangat sigap memandu setiap warga yang datang.
”Prosesnya terasa sangat cepat. Petugas langsung mengarahkan begitu kita sampai, jadi tidak ada penumpukan atau kerumunan yang berlebihan di satu titik,” ujar salah satu wajib pajak yang ditemui di lokasi.
Efisiensi ini bukan tanpa alasan. Kehadiran fasilitas pendukung yang memadai menjadi kunci utama. Ruang tunggu yang sejuk dan nyaman, ditambah dengan sistem antrean digital yang teratur, membuat waktu tunggu tidak lagi terasa lama.
Edukasi dan Transparansi Layanan
Selain kecepatan, Samsat Manyar Kertoarjo juga mengedepankan transparansi. Informasi mengenai alur pelayanan dan persyaratan administrasi dipampang dengan jelas di titik-titik strategis. Hal ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang baru pertama kali mengurus sendiri tanpa bantuan pihak ketiga.
Peningkatan kualitas layanan ini diharapkan mampu memicu tren positif dalam kesadaran membayar pajak di Surabaya. Pasalnya, kenyamanan akses menjadi faktor penentu bagi masyarakat untuk taat secara administratif, yang pada akhirnya berkontribusi langsung pada pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Hingga siang hari, situasi di lokasi tetap kondusif. Konsistensi dalam menjaga performa layanan seperti inilah yang diharapkan warga Surabaya dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, agar birokrasi tidak lagi menjadi momok yang melelahkan.



