JAKARTA, ALIANSIBERITA.ID – Peringatan hari jadi sebuah institusi besar tak melulu soal seremoni megah di gedung tinggi. Menjelang usia ke-65, Bank Jakarta memilih jalan yang lebih menyentuh, terjun langsung ke akar rumput untuk memberikan dukungan nyata bagi kelompok rentan.
Pada Jumat (24/4/2026), suasana di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, Duren Sawit, tampak berbeda. Senyum hangat merekah dari para sahabat disabilitas saat rombongan Bank Jakarta hadir membawa misi pemberdayaan.
Secara simbolis, Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai menyerahkan Bantuan Penunjang Pelatihan kepada Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia (YaSDI). Bantuan ini diterima langsung oleh sosok yang sudah tak asing lagi di dunia kemanusiaan, Suty Karno, selaku Ketua Pembina YaSDI.
Bukan Sekadar Seremonial, tapi Aksi Berkelanjutan
Dalam kunjungannya, Ateng Rivai menegaskan bahwa momentum HUT ke-65 ini adalah waktu yang tepat bagi Bank Jakarta untuk mempertegas komitmen inklusivitasnya. Dia ingin memastikan bahwa kehadiran bank milik warga Jakarta ini benar-benar memberikan dampak sosial yang berkelanjutan.
“Dukungan ini merupakan bentuk kepedulian kami agar sahabat disabilitas memiliki akses yang lebih baik terhadap pelatihan, keterampilan, dan peluang untuk mandiri,” ujar Ateng seperti dilansir dari pernyataan resminya, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, pemberdayaan kelompok disabilitas adalah kunci dari pembangunan yang berkeadilan. Bank Jakarta berkomitmen untuk tidak sekadar memberi, tetapi juga berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem di mana setiap orang, tanpa terkecuali, memiliki daya saing yang sama di dunia kerja.
Suty Karno: Bantuan Ini Sangat Berarti
Apresiasi mendalam datang dari Suty Karno. Pendiri YaSDI ini menyebut bahwa perhatian dari sektor perbankan seperti Bank Jakarta memberikan suntikan moral sekaligus materiil yang luar biasa bagi para peserta pelatihan.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bank Jakarta. Bantuan ini sangat berarti untuk memperkuat program pemberdayaan dan mendukung sarana pelatihan yang tengah kami jalankan bagi sahabat disabilitas,” ungkap Suty Karno di sela-sela kegiatan.
YaSDI sendiri selama ini dikenal sebagai garda depan dalam membina kemandirian difabel. Melalui kolaborasi pelatihan kerja, audiensi dengan pemerintah, hingga aksi sosial seperti sunatan massal bagi anak-anak disabilitas, yayasan ini terus berupaya menciptakan lingkungan yang inklusif bagi mereka yang sering kali terpinggirkan.
Fokus pada Inklusi dan Kolaborasi
Senada dengan Ateng, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menyampaikan bahwa rangkaian perayaan ulang tahun kali ini memang sengaja menitikberatkan pada tiga pilar utama antara lain kepedulian, kolaborasi, dan pemberdayaan.
Bagi Bank Jakarta, kelompok disabilitas bukan sekadar objek bantuan, melainkan bagian penting dari pembangunan kota yang inklusif.
Melalui bantuan penunjang pelatihan ini, diharapkan para peserta binaan YaSDI mampu bertransformasi menjadi individu yang mandiri secara ekonomi dan mampu berkontribusi aktif bagi masyarakat.
Aksi nyata ini seolah menjadi pesan kuat bahwa di usia yang semakin matang, Bank Jakarta ingin terus tumbuh bersama seluruh lapisan warga, memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal di belakang.



